Mendesak Sukmawati Klarifikasi Puisi ‘Ibu Indonesia’ Agar Tak Jadi Polemik Panjang


Alex menjelaskan, puisi Sukmawati itu jelas tidak baik dan tidak benar karena telah membandingkan sesuatu yang sudah jelas berbeda, apalagi yang dibandingkan itu syariat Islam yang sudah jelas sensitif bagi umat Islam. Kalau kita sih minta agar klarifikasi penjelasan dari Ibu Sukmawati, jadi dua hal yang tidak sebanding jangan dibanding-bandingkan, kidung dengan adzan itu kan berbeda.

Menurut Alex, Sukmawati sedang mencari sensasi lewat puisinya yang kontroversi tersebut. Namun, sensasi yang dibuat itu justru menimbulkan kemarahan umat Islam yang tersinggung dengan bait-bait puisi yang dibacakan, karena puisinya membandingkan syariat Islam dengan barang lainnya.

Sukmawati juga dilaporkan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Timur. Laporan ini dibuat agar kepolisian menindaklanjuti dan diproses guna mengantisipasi keributan dan mengakhiri kegaduhan yang sedang terjadi di masyarakat.

“Saya mewakili Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menindaklanjuti pernyataan tentang penyampaian puisi dari Sukmawati,” kata Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid, didampingi Banser dan lima perwakilan Ansor di Mapolda Jatim di Surabaya.

Agar tak menjadi polemik berkepanjangan, Sukmawati didesak memberikan klarifikasi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai hal itu memang sangat sensitif meskipun puisi merupakan sebuah bentuk ekspresi.

Dia menilai masyarakat memiliki interpretasi yang berbeda. Sehingga masyarakat memiliki respons yang sangat beragam.

Tercatat, sudah ada dua laporan yang diterima Polda Metro Jaya terkait puisi Sukmawati itu. Kedua pelapor adalah pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat dan politikus Partai Hanura, Amron Asyhari. Denny mengaku mewakili umat Islam dalam membuat laporan.

Ia menilai Sukmawati dalam puisinya melecehkan dan menghina umat Islam. “Kalimat pembuka itu Syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu enggak pantas. Kalau saya harus jujur dia lebih parah dari Ahok,” ujar Denny di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (3/4/2018).

Laporan Denny bernomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

Sedangkan laporan Amron bernomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dengan dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP. Amron berharap polisi bertindak tegas dan profesional dalam mengusut laporan ini.

“Saya tak akan mencabut laporan meski dia meminta maaf nantinya. Ini jelas telah menghina dan melecehkan kami sebagai umat Islam. Saya minta agar polisi segera mengusut kasus ini,” tegas Amron.

Tak hanya ke Polda Metro Jaya, Sukmawati Soekarnoputri juga akan dilaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan itu akan dilayangkan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) pada Kamis 4 April.