Fahri Desak Anies Jelaskan soal Penderekan Mobil Ratna Sarumpaet


Ratna Sarumpaet ngaku awalnya ada di dalam mobil saat mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dia sempat marah-marah ke petugas dan menelepon staf Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya protes, orang tak ada larangan. Memang tak ada rambu. Dan mereka kayak maling. Saya duduk di mobil, mereka langsung pasang-pasang. Saya bilang apa, ini ada yang punya mobil, kok langsung pasang tak bicara ke saya. Jadi saya marah dong,” kata Ratna

Ketentuan soal parkir diatur dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009, Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, dan Pergub DKI Jakarta No 188 Tahun 2016 tentang Tempat Parkir yang Dikelola oleh Pemerintah Daerah. Definisi parkir pun diatur di dalamnya.

Ratna Sarumpaet menelepon Gubernur DKI Anies Baswedan saat mobilnya diderek oleh Dishub karena parkir di badan jalan. Mobil Ratna akhirnya diurus oleh salah satu staf Anies dan dikembalikan.

“Itu kan kejadian sekitar jam 09.00 WIB. Sekitar jam 10.00 WIB, saya ditelepon stafnya Pak Anies. Katanya mobil sudah bisa diambil di MT Haryono. Saya bilang, ‘Saya tidak akan ambil mobil saya dari situ, dan saya sampaikan maaf ke Pak Anies,'” kata Ratna.

Mengacu pada pengakuan Ratna, Anies akan mengecek staf yang dimaksud. Anies menyatakan siapa pun yang salah dan melanggar prosedur akan ditindak.

“Gini, nanti saya akan periksa, saya belum periksa itu. Intinya, kalau tidak mengikuti SOP, salah,” ujar Anies saat ditanya mengenai pengakuan Ratna hari ini. (elz/elz)