WAH, Sindir Jokowi Pencitraan Supaya Terpilih Lagi, Skak Mat Budiman Sudjatmiko Pada Tommy Soeharto Mak Jleb Banget

Bukan sebaliknya, pembangunan dilakukan berat sebelah, lalu setiap ada kritik dan protes dibredel dan dibungkam dengan kekuatan militer. Dan bukankah itu yang terjadi selama 32 tahun?? Bahkan dalam perkembangan investigasi sejarah, menguak sebuah dugaan kuat, bahwa Presiden Soeharto mendapatkan kekuasaan dengan menggunakan isu PKI tahun 1965.

Presiden Jokowi menampilkan hasil kerjanya janganlah dikatakan pencitraan kalau itu dalam artian negatif, tetapi kalau Presiden Jokowi melakukan pencitraan dengan maksud positif bahwa dia sedang melakukan pembangunan yang baik tidak masalah. Aneh rasanya, kalau orang sedang membangun malah dipandang negatif. Bukankah yang tidak membangun tetapi hanya pencitraan itulah yang salah??

Apalagi kalau pada akhirnya meninggalkan proyek-proyek mangkrak dimana salah satunya adalah Candi Hambalang. Itu baru namanya pencitraan. Presiden Jokowi bukan melakukan pencitraan, melainkan memberikan informasi atas proyek-proyek pembangunan yang sudah selesai. Dan hal ini penting dilakukan supaya rakyat tahu Presiden berkerja dan mengawasi, bukan hanya Asal Bapak Senang (ABS).

Sindiran dan nyinyiran Presiden Jokowi yang menampilkan hasil kerjanya, memang dengan sangat kompak dilakukan oleh para lawan politiknya. Pembangunan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi disebut sebagai pencitraan dan kampanye. Bukan hanya Tommy yang bapaknya 32 tahun menindas, tetapi juga oleh partai milik mantan menantu Soeharto, Gerindra.

Bukan hanya Tommy Soeharto dan Gerindra saja yang nyinyir Presiden Jokowi hanya pencitraan, gerombolan kaum bumi datar pun ikut-ikutan meramaikan. Nah kalau untuk kaum bumi datar ini, Bung Budiman Sudjatmiko sudah menskakmat mereka dengan cuitan mematikan berikut..