WAH, Sindir Jokowi Pencitraan Supaya Terpilih Lagi, Skak Mat Budiman Sudjatmiko Pada Tommy Soeharto Mak Jleb Banget

Sering sekali orang tidak sadar diri dengan komentar yang disampaikannya. Memberikan komentar terhadap seorang pemimpin, tetapi tidak sadar bahwa dirinya adalah produk seorang pemimpin yang tidak lebih baik daripada orang tersebut. Itulah yang menurut saya terjadi, saat seorang Tommy Soeharto mulai melancarkan kritik kepada Presiden Jokowi.

Tommy yang dalam sebuah acara silaturahmi kader Partai Berkarya di Aula TMII, Jakarta Timur, Jumat (13/10), menyatakan bahwa Presiden Jokowi hanya selalu pencitraan agar terpilih kembali ditahun mendatang menjadi 2 periode. Kritik Tommy ini tentu menjadi membal kalau melihat bagaimana bapaknya memimpin selama 32 tahun pakai penindasan.

Presiden Soeharto selama 32 tahun melakukan banyak penindasan sehingga bisa terpilih selama itu. Bayangkan saja saat itu, PNS wajib memilih Golkar. Bahkan saat Presiden Soeharto memimpin, sebelum pemilu saja kita sudah tahu siapa yang menang. Bapak dan mamak saya yang PNS saja tiap pemilu diwajibkan memilih Golkar, ketahuan tidak memilih Golkar, maka akan dipecat.

Jangan kritik Presiden Jokowi melakukan pencitraan, padahal yang dilakukannya adalah berkerja dan menampilkan hasil kerjanya tersebut kepada rakyat. Orang yang menunjukkan hasil kerjanya kepada rakyat yang adalah “bos”nya bukanlah sesuatu yang pantas disebut pencitraan, melainkan sebagai upaya menunjukkan bahwa uang rakyat jelas digunakan.