VIRAL! Skandal Dwi Hartanto, Ilmuwan Indonesia yang Ternyata Pembohong!

3. Memenangi Lomba Antar Agensi Antariksa Dunia
Dalam berita yang dirilis Liputan6.com medio Juni 2017 lalu, Dwi Hartanto mengaku telah memenangi lomba riset teknologi antar agensi antariksa dunia yang digelar di Jerman.

Namun nyatanya, “Saya mengakui bahwa ini adalah kebohongan semata. Saya tidak pernah memenangkan lomba riset teknologi antar space agency di Jerman pada 2017.” Ia juga mengakui bahwa sejumlah teknologi yang sempat dimuat dalam berita Liputan6.com adalah fiktif. “Teknologi ‘Lethal weapon in the sky’ dan klaim paten beberapa¬† teknologi adalah tidak benar dan tidak pernah ada,” lanjutnya.

“Saya memanipulasi template cek hadiah yang kemudian saya isi dengan nama saya disertai nilai nominal 15.000 euro, kemudian berfoto dengan cek tersebut. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya.”

 

4. Merancang Jet Tempur
Sementara itu, dalam berita yang dirilis Liputan6.com medio Juni 2017 lalu, ia tengah mengembangkan pesawat tempur dan teknologi teranyar sepitar kedirgantaraan militer.

Namun, dalam surat permohonan maaf dan klarifikasi, Dwi menjelaskan, “Informasi mengenai saya bersama tim sedang mengembangkan teknologi pesawat tempur generasike-6 adalah tidak benar. Informasi bahwa saya (bersama tim) diminta untuk mengembangkan pesawat tempur EuroTyphoon di Airbus Space and Defence menjadi EuroTyphoon NG adalah tidak benar.”