VIRAL! Skandal Dwi Hartanto, Ilmuwan Indonesia yang Ternyata Pembohong!

1. Mengaku Sebagai Post-Doctoral hingga Asisten Profesor
Pada 2015, kepada salah satu media di Indonesia, Dwi Hartanto mengaku sebagai kandidat doktor di bidang space technology & rocket development.

Namun dalam surat klarifikasi dan permohonan maafnya, Dwi menjelaskan bahwa ia sebenarnya, “adalah kandidat doktor di bidang Interactive Intelligence (Departemen Intelligent Systems).”

Selain itu, dalam wawancara dengan salah satu televisi nasional, pria asal Yogyakarta itu mengaku bekerja di TU Delft sebagai post-doctoral dan asisten profesor.

Akan tetapi sesungguhnya, “Tidak benar bahwa saya sedang melakukan Post-doctoral maupun sebagai Assistant Profesor TU Delft. Yang benar adalah saat wawancara terjadi hingga saat ini saya merupakan mahasiswa doktoral.”

 

2. Mengembangkan Teknologi Roket juga Satelit
Pada 2015, Dwi mengaku telah merancang bangun sebuah kendaraan peluncur satelit. Namun pada kenyataannya, ia tidak pernah merancang teknologi semacam itu.
“Yang benar adalah bahwa saya pernah menjadi anggota dari sebuah tim beranggotakan mahasiswa yang merancang salah satu subsistem embedded flight computer untuk roket Cansat V7s milik DARE (Delft Aerospace Rocket Engineering), yang merupakan bagian dari kegiatan roket mahasiswa di TU Delft.”

Selain itu, ia juga menambahkan, teknologi roket dan satelit pada hakikatnya bukan bidang keilmuan yang didalami oleh Dwi. “Tidak benar juga bahwa saya bergerak dalam penelitian di bidang satellite teclmology and rocket development. Topik penelitian doktoral saya saat ini adalah dalam bidang intelligent systems khususnya virtual reality.”